SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Ratusan siswa baru SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MLPS) di halaman sekolah , Senin (15/07/2019).
Mestinya, acara MLPS ini akan dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini, namun karena mengikuti rapat dengan DPRD Surabaya, kunjungan ke Muhdipat dibatalkan.
Sebagai penggantinya, Aris--perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya--yang menghadiri acara MPLS dan Deklarasi Kader Lingkungan Hidup Mudipat.
Kegiatan MPLS pada tahun ini diikuti oleh 252 siswa kelas 1 dengan mengusung tema : "Aku sahabat alam, kucinta dan kujaga sepenuh hati". Di sela-sela acara ditandai dengan atraksi memanah
Kepala Sekolah (Kasek) SD Mudipat M. Syaikul Islam menyatakan, rencana kedatangan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini batal, karena ada keperluan dinas yang tidak bisa ditinggalkan.
Kendati demikian, ratusan murid Mudipat itu duduk berkelompok sesuai dengan kelasnya masing-masing dengan memegang berbagai jenis tumbuhan yang akan ditanam.
Anak anak tampat semangat dan riang dalam acara menanam tumbuhan di halaman sekolah. Tampak Ketua PD Muhammadiyah kota Surabaya Mahsun Jayadi dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Surabaya, Aris dan didampingi Kasek SD Muhdipat Syaikul Islam.
"Tema MPLS tahun ini adalah Aku Sahabat Alam, Jaga dan Cinta sepenuh hati," kata Kasek Syaikul Islam.
Menurutnya, sengaja mengangkat tema ini untuk mengajarkan anak-anak akan rasa cinta terhadap lingkungannya. Ini selaras dengan program Pemerintah Kota Surabaya.
"Menjaga, melestarikan, mempercantik lingkungan kota bukan hanya tugas Pemkot Surabaya. Melainkan tugas kita semuanya. Akan menjadi sangat penting mengenalkan kecintaan lingkungan sejak dini," cetus Syaikul Islam.
Sementara itu, Aris--perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya--mengatakan, kegiatan menanam bunga adalah untuk menanamkan ras cinta terhadap lingkungan.
"Pendidikan itu adalah tanggungjawab bersama, bukan hanya menjadi tanggugjawab sekolah saja. Tetapi , para orang tua dan masyarakat tidak bisa melepaskan begitu saja anaknya. Mereka juga fokus pada pengembangan potensi anak di rumah," ungkapnya. (ded)


0 komentar:
Posting Komentar