728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 30 Agustus 2019

    Perum Bulog Jatim dan LDII Tandatangani MoU, Pasarkan Produk Pangan







    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Perum  Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Jawa- Timur  dengan  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prov. Jatim untuk memasarkan produk pangan diselenggarakan di kantor LDII Jatim di Surabaya , Kamis (29/8/2019).


    Menurut Kepala  Divre Buog  Jatim , Muhammad Hasyim , penandatanganan dan kerjasama ini adalah  bentuk keseriusan Bulog untuk  memasarkan  produk bulog kepada pesantren di bawah naungan LDII Jatim.

    “Perihal jumlahnya masih belum tahu, namun yang pasti,  pondok pesantren itu nantinya akan berfungsi juga sebagai tempat pemasaran produk Bulog. Misalnya saja,  rumah pangan kita (RPK) yang selama ini sudah berjalan di masyarakat,” ujar M Hasyim di sela-sela penandatanganan kerja sama di kantor DPW LDII Jatim, Kamis (29/8/2019).

    Dijelaskannya,  dengan adanya kemudahan penyaluran itu, masyarakat yang ada di sekitar kawasan pondok  bisa merasakan beras dengan harga yang cukup terjangkau dan kualitasnya bagus.

    “Demikian halnya dengan  penghuni pondok atau para santri  juga bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka dengan baik dan mudah,” ucapnya.

    Dipilihnya LDII sebagai minta yang saling menguntungkan nantinya, menurut Hasyim, alasannya karena  jauh-jauh hari sebelum penandatanganan ini sudah terjalin komunikasi yang baik dengan pengurus LDII Jatim.

    “Sebenarnya, kedua belah pihak sudah ada komunikasi sebelumnya. Namun, tidak menutup kemungkinan kami juga akan menjalin kerja sama dengan organisasi lainnya,”  kata M Hasyim.

    Masih kata dia, untuk jenis beras kategori medium yang dijual dipatok seharga Rp8.100 setiap kilogramnya dan untuk beras premium dipatok Rp10.500 setiap kilogramnya.

    “Dengan didukung 16 lokasi gudang di seluruh Jatim, sehingga akses pengiriman ke pondok pesantren LDII bisa menjadi lebih mudah dan cepat,” cetusnya.


    Sementara itu, Ketua DPW LDII Jatim Amin Adi mengatakan,  LDII memiliki sejumlah pondok pesantren skala besar atau kecil.

    “Misalnya  di Surabaya, kami memiliki lima sampai tujuh pondok pesantren dengan kategori besar. Mereka ini,  nantinya yang menjadi embrio mencoba konsumsi beras milik Bulog,” cetusnya.

    Harapannya, jika pondok pesantren tersebut sudah berjalan,  tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan dengan pondok pesantren lainnya yang lebih kecil.

    “Sebut saja di  Kediri, Perak Jombang serta Kertosono juga ada pondok LDII yang besar. Mereka nantinya akan menjadi percontohan, kalah bagus akan terus dikembangkan lagi,” ungkap Amin Adi.

    Untuk sementara waktu, bisa dicoba membeli satu atau kwintal beras Bulog yang dikonsumsi pondok pesantren. Kalau harganya lebih murah dan kualitasnya terjamin akan ditingkatkan lagi pembeliannya. 


    Ditambahkan Kadivre Bulog Jatim M Hasyim,  ini adalah  awal kerjasama dan nantinya akan lebih banyak yang akan dikerjasamakan antara kedua belah pihak.  

    "Ini adalah kerjasama strategis dan semuanya bisa berjalan dengan baik.  Silahkan lihat beras di gudang Bulog. Kalau ingin beli yang karungan 50 kg, 25 kg atau 5 kg, silahkan saja," tukasnya.

    Kini, tercatat ada 2,36 juta ton beras Bulog yang tersimpan di tempat penyimpanan dan gudang.   Untuk stok di Jatim mncapai 700 ribu ton beras. Beras milik Bulog layak dikonsumsi masyarakat. (ded)
    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Perum Bulog Jatim dan LDII Tandatangani MoU, Pasarkan Produk Pangan Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas