728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 07 September 2019

    GMDM Gandeng BNNP Jatim dan Media Drugsnews Gelar TOT P4GN & Rehabilitasi





    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  DPD Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM)  DPD Jawa-Timur (Jatim) bekerjasama dengan BNN Provinsi   Jatim dan Media Drugsnews menyelenggarakan Training of Trainer (TOT)  Materi  Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) & Rehabilitasi  di kantor BNNP Jatim di Jl. Menanggal Surabaya, , Jum'at (6/9/2019) dan Sabtu (7/9/2019).


    Kepala BNN Jatim, Brigjen Pol Drs Bambang Priyambadha SH MHum menyatakan, para relawan BNN Prov, Jatim dengan inisiator dari GMDM untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba ini.


     "Kami memiliki gedung yang memadai dan silahkan gunakan tempat ini.  Untuk snack dan makanan GMDM yang menyediakan. Kita sosialisasika bahaya narkoba, yang tidak bisa dikerjakan BNN sendiri. Tetapi juga dibantu oleh ormas seperti GMDM dan masyarakat," ucapnya.

    Dengan kegiatan ini, minimal mensosialisasikan bahaya narkoba dan rehabilitasi. "Minimal para relawan bisa sampaikan pada masyarakat tentang bahaya narkoba," ujar Kepala BNN Jatim.

    Upaya menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba, juga dilakukan BNN dengan memasang spanduk-spanduk di sejumlah tempat strategis. Ini penting sekali agar masyarakat melek akan bahaya narkoba.

    Memerangi narkoba di Jatim ini, makin serius dilakukan di tengah tengah masyarakat. Ini mengingat Jatim menjadi pasar narkoba yang luar biasa, karena pemesanan narkoba yang dilakukan oleh bandar narkoba di Jatim meningkat tajam.  Buktinya, pada tahun 2018 tercatat pemesanan narkoba mencapai 26 kg dan pada Agustsu 2019 melesat menjadi 53 kg.


    "Mari, kita sama-sama perangi narkoba. Ormas- ormas yang ada , kita satukan dan perangi narkoba. Sampaikan pesan pada masyarakat akan bahaya narkoba. Minimal masyarakat tidak ikut-ikut pesan dan menjual narkoba. Ayo, aktif tolak narkoba !," kata Kepala BNNP Jatim.


    Saat ini, menurutnya, BNN punya strategi pencegahan, pemberantasan rehabilitasi.  Khusus untuk rehabilitasi bagi mereka yang terkena narkoba dan ingin berobat, akan direhabilitasi. 

    "Mereka yang ditangkap karena narkoba, bagusnya direhabilitasi. Namun demikian, hakim tidak bisa memutuskan begitu saja. Karena RS Rehabilitasi belum adan menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk Jatim. AKan diusahakan punya RS Rehabilitas," cetusnya.

    Ketua GMDM Jatim, Agus Tri  Wiyono didampingi Ketua DPW GMDM Surabaya, Yayuk Sri Wahyuningsih menyatakan, untuk   rehabilitasi untuk Jatim saat ini masih kurang.

    "Bu Yayuk bisa start dan ada cara untuk mereasiasikan hal itu. Kita siapkan segalasesuatunya. Mereka yang tertangkap dan dibawah SEMA akan kita dukung menjalani rehabilitasi," ungkapnya.


    Dijelaskan Agus Tri Wiyono dan Yayuk, d sekeliling kita sudah banyak anak kecil yang terkena narkoba.  "Kita berupaya bagaimana cara menanggulanginya. GMDM hanya memberikan edukasi dan pendikan supaya bisa menekan bahaya narkoba. Dimulai dari keluarga, yakni akan sendiri," ungkapnya.

    Selama ini, banyak kegiatan GMDM Surabaya yang dikomandoi Bu Yayuk dan didampinhi Sekjen DPP GMDM, Siswanto , memberikan sosialiasasi bahaya narkoba di tempat-tempat rawan di Madura. Mulai dari SD, SMP dan SMA. Dari tingkat i RT , RW sampai kecamatan diberikan penyuluhan bahaya nakorba.

    Untuk sosialisasi bahaya narkoba ini dilakukan selama dua hari, dengan materi P4GN dan rehabilitasi. 

    Ditambahkan Kepala BNN Jatim, Bambang Priyambadha, kegiatan sosialisasi narkoba yang dilakukan GMDM itu luar biasa. "Saya monitor, GMDM memang luar biasa. Kita apreasiasi GMDM. Dan kita baru melaunching sistem informasi pelayanan (SIMPEL) BNN Jatim  yang membutuhkan surat keterangan bebas narkotika , tes urin, dan narasumber dan lainnya akan dilayani dengan baik," tukasnya.


     Selama September sampai Desember 2019 ini, akan menggarap Sampang lebih serius lagi. Ini mengingat, bandar narkoba telah tertangkap membawa 25 kg narkoba.  Kini, banyak bandar  narkoba yang pesan barang dari Malaysia.  Mereka pesan tunai, begitu barang tiba di Sampang, langsung uang ditransfer pada penjual di Malaysia.

    Bandar narkoba kulakan barang seharga Rp 700 juta (untuk 1 kg narkoba). Di sini, dijual seharga Rp 1,2 juta per gramnya.  Untuk meringkus bandar narkoba, BNN bekerjasama dengan Bea-Cukai untuk memantau pengiriman narkoba dari luar negeri.

    Biasanya, para penjual narkoba mengirimkan barang ke alamat fiktif. Begitu barang tiba, sudah ada yang mengambilnya. Jatim sekarang ini menjadi pasar narkoba paling subur.

    Kini, beredar pil zenit yang memiliki kandungan paracetamol , korisoprodon , dan karnopen. Obat ini dikonsumsi anak anak dan di dalam tubuh sudah seperti narkoba. Padahal, karnopen biasa diminun pelayan yang akan melaut, agar badan terasa bugar dan tegar. Tetapi, kini penggunaan karnopen sudah dilarang dan tidak boleh dijual bebas. (ded)










    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: GMDM Gandeng BNNP Jatim dan Media Drugsnews Gelar TOT P4GN & Rehabilitasi Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas