Dirut PMS, Eko Hariyadi (kanan)
SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) wilayah Jawa-Timur menyelenggarakan seminar dengan tema 'Indonesia Menuju Super Holding' dan Mengupas Pengelolaan dan Pelaporan Keuangan Holding Company di Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (25/9/2019).
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pelindo Marine Service (PMS), Drs Eko Hariyadi AK, MM, MSc menyatakan, IAI Jatim bekerja sama dengan PT PMS menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) dengan tema pengelolaan dan penyajian laporan keuangan holding company yang bertujuan untuk memahami pengelolaan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan holding company.
Hal senada disampaikan oleh Ketua IAI Wilayah Jawa-Timur Prof Basuki M.Com (HOS), PhD, AK, CMA, CA mengatakan, hasil kerjasama IAI Jatim dan PT PMS sebagai wujud untuk mencerdaskan masyarakat menuju Indonesia Super Holding.
"IAI Jatim menjadi rule model IAI lainnya di Indonesia," ujarnya.
Dalam sambutannya melalui penayangan video keynote speech, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Akuntan Indonesia, Prof Mardiasmo MBA PhD, CFrA mengucapkan selamat pada IAI Jatim yang melaksanakan PPL kali ini, yang merupakan terus melakukan terobosan, inovasi, dan meningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Presiden Jokowi mengingatkan bahwa SDM unggul, Indonesia maju," kata Prof Mardiasmo MBA yang juga Wakil Menteri Keuangan ini .
Menurutnya, untuk menciptakan SDM yang unggul melalui kegiatan PPL ini merupakan kegiatan nyata dan menjadikan akuntan yang profesional. "Akuntan harus selalu belajar dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas yang diasah terus dan menjaga integritas," ucapnya.
Terobosan yang dilakukan IAI Jatim ini menjadi contoh dan diikuti oleh seluruh IAI di mana saja. IAI Jatim melakukan kerjasama dengan stake holder, BUMN yang bekerja di wilayahnya.
"IAI harus bisa membangun kerjasama dengan BUMN dan perusahaan swasta di wilayahnya. Ini sejalan dengan pesan dari Presiden Jokowi bahwa kemampuan dana dari APBD dan APBN terbatas. Bagaimana mengoptimalkan peranan BUMN, swasta dan holding untuk bersinergi dan kolaborasi demi terciptanya efisiensi," katanya.
IAI harus bisa bersinergi sampai ke tingkat bawah, yang ujung-ujunga membantu pemerintah untuk meringankan beban pemerintah , sehingga mengurangi dan meringankan beban APBN dan APBD menjadi berkurang.
Langkah yang dilakukan IAI menggandeng BUMN dan swasta ini, akan terciptanya usaha yang win-win solution. Dunia usaha dapat win-nya untuk mengembangkan usahanya dan akuntan mendapatkan win lain, yakni mendapatkan ilmu terapan dan bisa melihat langsung kebutuhan dunia usaha.
Dengan adanya kolaborasi antara IAI dan BUMN, maka IA akan bisa membantu pemerintah untuk membangun negeri tercinta ini. IAI harus bisa menggunakan waktu seoptimal mungkin dan meningkatkan nilai tambah seoptimal mungkin.
Ditambahkan Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT PMS. Sapto Wasono Soebagio SE, MM, AK, CA mengungkapkan, laporan keuangan holding company atau konsolidasi disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan yang meliputi posisi keuangan induk perusahaan dan anak perusahaan yang secara ekonomis dianggap sebagai satu kesatuan usaha.
Meskipun terpisah entitas hukumnya atau dengan kata lain berbeda nama perusahaannya. Akun akun yang disajikan dalam laporan keuangan antar perusahaan yang saling berhubungan atau transaksi dengan perusahaan dalam grup holding akan akan dieliminasi agar mencerminkan hasil usaha bersih perusahaan sebagai satu kesatuan laporan keuangan. (ded)


0 komentar:
Posting Komentar