Gedung SMA Muhammadiyah 10
Kasek Sudarusman.
SURABAYA (mediasurabayarek.com) - SMA Muhammadiyah 10 Surabaya makin dipercaya masyarakat. Kini, mendidik sebanyak total 777 siswa-siswi itu, berorientasi memiliki target bukan hanya sejajar dengan sekolah luar negeri (internasional), namun berada di depan sekolah internasional.
Kepala Sekolah (Kasek) SMA Muhammadiyah 10 , Sudarusman menyatakan, pihaknya menargetkan sekolah yang dipimpinnya bisa lebih jauh dan melampaui sekolah di luar negeri.
"Materi yang kita berikan tidak mungkin berpedoman pada materi ajar yang sudah dibakukan. Prinsipnya, anak-anak (para siswa-red) harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Mereka harus mampu membuka peluang untuk diri sendiri maupun orang lain. Minimal bisa membuka lapangan kerja dan tidak ikut orang," ucapnya.
Para siswa kelas 10 yang naik kelas 11, diharuskan sudah bisa produktif dan mampu mencari uang sendiri. Mereka harus bisa menciptakan mesin uang sendiri.
Meskipun saat ini masih masa pandemi covid-19 (corona), tidak mempengaruhi semangat dan kemandirian para siswa. Ini mengingat sejak awal tahun 2014 lalu, tidak memakai buku.
Nah, ketika ada pandemi, hanya tinggal meningkatkan saja. Sudah menjadi kebiasaan dan menjadi karakter. Di sini, anak anak belajar di luar dan on-line saja.
"Perlu pendekatan dan fasilitas bagi anak anak secara psikologi. Tidak bingung pada HP Android dan lainnya. Namun, fokus pada pendekatan psikologis agar kejenuhan di rumah bisa diatasi," ujarnya.
Oleh sebab itulah, dibuat program program , ketik ada kecepakean selama dua minggu (14 hari). Maka pada hari ke 15 ada momen untuk refreshing. Bukan materi ajar, tetapi kita berikan kebebasan dan fokus pada psikologi dan tetap bangkit spirit anak anak. Ada hal hal baru yang muncul dan menguntungkan buat dirinya. Tetapi, tidak difasilitasi orang tua, masyarakat dan sekolah.
Di SMA Muhammadiyah 10, itu terbagi menjadi 4 area kelas putra 1 dan putra 2, serta area kelas putri 1 dan putri 2. Dengan jurusan IPA dan IPS, namun untuk komunitas bahasa difasilitasi komunitas bahasa.
Selain itu, ada kelas olahraga fasilitas cabang olaharaga, talent class di mall, bagi siswa yang berminat di bidang broadcast, MC, penyiar radio dan lainnya.
"Kita utamanya di passion. Juga, memfasilitasi anak anak hafid Alqur'an dan keindahan Al-qur'an, dan sains tauhid," cetus Kasek Sudarusman.
Di samping itu, ada Sunday School yang dilakukan pada hari Ahad, yang khusus yang ingin kuliah di luar negeri dan ada link atau kerjasama khusus dengan perguruan tinggi di luar negeri.
"Dulu, bekerjasama dengan Malaysia dan Singapura. Nantinya, pada bulan ini ke Jerman. Seharusnya, bulan ini sudah ada tes, namun situasi pandemi Covid-19 ini, situasinya kurang memungkinkan," katanya.
Dijelaskan Kasek Sudarusman, sekolah keberbakatan ini, fokus pada pengembangan kepercayaan diri, mandiri, tanggungjawab, budaya kerja keras, dan ketaqwaan, yang ditanamkan pada setiap siswa.
"Kami berusaha membentuk dan membangun karakter para siswa menjadi mandiri , berkarakter baik, dan bertaqwa pada Allah SWT. Sehingga mereka siap dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Bukan melamar atau mencari pekerjaan nantinya," tutur Sudarusman.
Menurutnya, pihaknya menekankan pada anak anak supaya produktif dan menghasilkan uang sendiri. Mereka harus bisa berdiri di atas kaki sendiri.
Sebab, apa yang dimiliki orang tua bisa hilang sewaktu -waktu. Para siswa diajari transfer pengalaman, ketrampilan dan kecakapan sejak dini.
Lebih menarik lagi, kata Kasek, sekolah ini mempunyai guru BK (bimbingan dan konseling) sebanyak puluhan orang yang menangani masalah yang dialami anak sekolah di sini. Baik itu masalah di rumah ,lingkungan dan lainnya.
Sekolah unggulan ini, berorientasi pada passion atau minat anak itu sendiri. Mereka difasilitasi oleh sekolah dan tergabung dalam komunitas. Ada komunitas perkuliahan, komunitas kelas olahraga, komunitas talents class dan program unggulan lainnya.
Untuk kelas olahraga, musik maupun kelas entrepenuer misalnya, naluri bisnis siswa diasah dan dikembangkan semaksimal mungkin. Passion (bakat dan minat) siswa harus dikembangkan dan dioptimalkan agar menjadi pribadi yang tangguh, mandiri dan siap membuka lapangan kerja sendiri.
Ada ragam komunitas talents class, meliputi sinematografi, brassband and band, jurnalistik, fotografi, tari, presenter, desain, tata busana, tata rias, tata boga dan babershop.
Persyaratan bagi guru pengajar di SMA Muhammadiyah 'talent executive school ' di Jl Genteng Muhammadiyah No 45 Surabaya, ini adalah harus akrab dan bahagia. Tidak boleh ada guru yang marah di sini. Karena anak anak didik sesuai passion, bakatnya dan difasilitasi.
Para siswa dididik dan dilatih untuk memecahkan problem untuk dirinya sendiri dan orang lain. Mereka dilatih menjadi seorang entreneurship atau kewirausahaan yang handal.
"Sekolah ini, berorientasi pada know how atau pengetahuan praktis agar mampu berinovasi dan improviasasi, berani ambil resiko dan perencanaan yang bagus, " tutur Kasek Sudarusman.
Dipaparkannya, sekolah yang dipimpinnya itu fokus pada kerangka berpikir siswa, bukan pada materi ajar. Merubah kerangka berpikir agar mampu menciptakan peluang bagi dirinya dan orang lain. (ded)


0 komentar:
Posting Komentar