SURABAYA (mediasurabayarek.com) - UPH Kampus Surabaya menggelar webinar yang dihadiri 1.000 peserta yang mayoritas generasi penerus bangsa lewat acara seminar “Bali Unforeseen” dengan pembicara Ken Sugijanto, Travel Influencer di UPH Surabaya, Senin (1/2/2021).
Dalam webinar ini, Ken Sugijanto didampingi Dr Ronald ST MM, Executive Director & Associate Dean UPH Kampus Surabaya.
Menurut Ken Sugijanto, tidak diragukan lagi banyak sektor dari bidang usaha terkena imbas dari pandemi yang sedang melanda dunia saat ini. Mulai dari bisnis makanan, olahraga, penerbangan, hiburan, dan banyak lainnya.
"Namun demikian, di antara itu semuanya, salah satu yang paling tertekan adalah sektor pariwisata , khususnya perhotelan di Bali. Bali sendiri, merupakan sebuah pulau yang memiliki daya tarik luar biasa baik untuk pelancong dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.
Bahkan, Bali disebut-sebut sebagai surga dunia. Pulau Bali sedari dulu telah mengandalkan pemasukan utamanya dari sektor pariwisata. Siapa sangka pulau Bali yang selalu berdiri kokoh berhasil jatuh karena virus COVID-19? Pulau yang dulunya tidak pernah sepi di musim apapun, sekarang layaknya pulau tak berpenghuni.
"Tentu saja kejadian ini menjadi pukulan yang sangat keras bagi dunia perhotelan di Bali. Berkurang drastisnya jumlah turis mengakibatkan hampir semua hotel untuk melakukan promosi seperti pemotongan harga kamar yang luar biasa ekstrim agar bisa bertahan dan bahkan beberapa memilih untuk menutup hotelnya secara sementara akibat sedikitnya tingkat hunian (occupancy rate)," ucap Ken Sugijanto.
Dampaknya, banyak pegawai hotel yang diliburkan secara paksa bahkan sampai di lalukan pemutusan hubungan kera (PHK) , karena beratnya tanggungan hotel yang sangat minim pemasukan itu.
Ketika ditanya oleh Dr Ronald ST MM, Executive Director & Associate Dean UPH Kampus Surabaya, berapa banyak hotel yang telah berkolaborasi dan bekerjasama dengan Ken Sugijanto ?
Ken menjawab, sebagai Travel Influencer diminta beberapa hotel untuk membantu mempromosikan dan mengenalkan properti mereka kepada market domestik khususnya dari kota Surabaya.
"Bahkan, telah berkolaborasi dengan lebih dari 50 hotel secara berturut-turut di Bali selama lebih dari 3 bulan. Ada sekitar 53 hotel," katanya.
Ken lebih mempromosikan Bali, karena yang paling terpukul dengan adanya pandemi ini. Dia menyebutkan, Bali terbilang aman dan selalu mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Cobid-19 ini.
"Kini, harga hotel telah menurunkan harganya dan cenderung menjaring wisatawan domestik. Karena pariwisata Bali yang paling terpukul, dengar dengar Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia akan pindah kantor di Bali. Fokus mengembangkan pariwisata Bali yang tengah terdampak pandemi," cetus Ken Sugijanto.
Baik Ken dan Dr Ronald ST MM, Executive Director & Associate Dean UPH Kampus Surabaya itu, sepakat untuk bersama-sama memajukan sektor pariwista di Indonesia.
"Mari bersama sama memajukan sektor pariwisata Indonesia dengan apa yang kita bisa dan punyai. Paling tidak, dengan menjaga protokol kesehatan," pintanya.
Hal ini selaras dengan visi dan misi utama dari UPH yaitu untuk mencetak pemimpin masa depan yang dapat berdampak dan memberikan perubahan berlandaskan True Knowledge, Faith in Christ dan Godly Character.
Ketiga landasan ini menjadi penting bagi generasi penerus sehingga kedepannya dapat menjadi pribadi yang utuh yaitu memiliki pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan namun tentu saja yang paling penting adalah karakter yang baik.
"Kita sering melihat banyak anak bangsa yang cukup dalam pengetahuan, kemampuan dan ketrampilannya namun tidak didukung dengan karakter. yang baik, menyebabkan anak bangsa ini menjadi sia-sia," ujarnya.
Mengapa demikian? Karena yang menjadi poin paling penting bukan hanya sekedar “Saya telah menjadi apa?” Namun juga”Apa yang dapat saya berikan untuk orang lain? Untuk bangsa saya?”
UPH Surabaya tidak ingin mencetak generasi penerus yang hanya sekedar sukses dalam apa yang dikerjakannya, tetapi juga sangat ingin menciptakan lulusan yang berguna dan bisa berdampak bagi nusa dan bangsa. Seperti pepatah “action speak louder than words” atau yang dalam Bahasa Indonesianya berarti “apa yang kamu lakukan lebih bermakna daripada sekedar berkata-kata” menjadi acuan bagi dosen .
Dosen percaya bahwa mengajar dengan kata-kata yang bagus adalah hal yang mudah, tetapi memberikan contoh lewat tindakan , itu merupakan hal yang susah.
Tidak perlu menunggu kita punya segalanya baru mau menjadi pribadi yang berguna bagi sesama, tetapi gunakan apapun yang ada pada kita darisekarang untuk bisa memberikan dampak.
Tidak hanya itu acara ini akan membahas seputar keamanan dan protokol kesehatan yang dijalankan oleh kebanyakan hotel sehingga tidak perlu khawatir jika kedepannya memutuskan untuk berlibur ke Bali.
Dari kegiatan kolaborasi ini juga menjadi hal yang menguntungkan bagi murid-murid UPH Kampus Surabaya karena adanya webinar company visit secara online dengan Sofitel Nusa Dua Bali bulan Desember lalu. (ded)

0 komentar:
Posting Komentar