SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Memperingati dan menyemarakkan tepat 14 tahun Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya berdiri menjadi hotel bisnis yang terletak di Jalan Raya Darmo 68 78 Surabaya, menghadirkan miniatur hotel yang terbuat dari kardus yang ramah lingkungan.
Pembuatan miniatur hotel yang sempurna itu, sesuai dengan kegiatan Planet 21 yakni 3R, Reduce, Reuse dan Recycle.
Tidak hanya itu, untuk acara syukuran, General Manager (GM) Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya,Sugito Adhi , didampingi Diane Laurentia , Marketing Communication & Event Manager mengatakan, pihaknya mengajikan nasa kuning berwarna ungu dengan tinggi 1,4 meter.
"Uniknya kami juga menyajikan nasi kuning berwama ungu dengan tinggi 1,4meter den 14 jenis makanan pendamping lainnya," ucap GM Sugito Adhi kepada sejumlah media massa di Hotel Mercure Grand Mirama, Jum'at (26/2/2021).
Selain itu, ada pula 14 jenis aneka jajanan berwama ungu dan minuman tradisional yang berwama ungu pula. Semua di sajikan sesuai dengan kearifan lokal Jawa Timur .
Logo angka 14 tahun ini pun dibuat dengan unik, terdiri dari 50 kata kata yang merupakan cerminan dari semua yang ada di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.
Dengan mengusung tema “One Family Four Goodness”, hotel ini merupakan satu keluarga besar dengan cerminan kebaikan untuk bersama.
“Sebagai lambang perjalanan 14 tahun, kita membuat miniatur hotel dengan mengusung bahan bahan daur ulang yang ramah lingkungan," ujar GM Sugito Adhi.
Miniatur ini dibuat dengan tangan, hand made dari para staff hotel, untuk menunjukkan loyalitas dan kebersamaan.
"Selain itu, kami akan tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas hingga dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk para tamu hotel ini," ujar GM Sugito Adhi .
Namun demikian, lanjut dia, tentunya dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dengan tetap menjaga jarak dan mengikuti aturan protokol kesehatan yang ada.
Dalam kesempatan itu, GM Sugito Adhi mengatakan, pihaknya mempekerjakan dua pekerja difabel di bagian house keeping. Alasan mempekerjakan mereka untuk memberdayakan masyarakat setempat.
Juga untuk membantu orang tua yang mempunyai anak yang memiliki taletan dan disesuaikan dengan bidang dan kemampuan mereka.
"Di samping itu, untuk mengurangi beban orang tua dan mewujudkan keinginan anak tersebut. Lebih daripada itu, bahwa anak anaknya punya kemampuan dan punya value di masyarakaat dan bisa berproduksi," katanya.
Para anak itu mempunya jati diri, sekalipun berbeda dengan yang lain. Namun demikian, mereka bisa hidup mandiri dan sama dengan yang lain. "Itu yang kami harapkan dan alasan kami mempekerjakan pekerja difabel di sini," cetus GM Sugito Adhi. (ded)

0 komentar:
Posting Komentar