Pelatihan edutainment cegah smartphone addiction di wilayah kerja Puskesmas Tongas, kabupaten Probolinggo.
konten edukasi
"An addiction to distraction is the end of your creative production" - Robin Sharma.
Kutipan ini terasa pas menggambarkan betapa besarnya dampak kecanduan smartphone terhadap produktivitas seseorang , khususnya pada generasi muda yang sedang berada di fase emas pertumbuhan.
Dengan semangat itulah, tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menggelar Pelatihan Edutainment Cegah Smartphone Addiction pada remaja di puskesmas Tongas, Kabupaten Probolinggo pada Rabu, 17 September 2025 .
Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dan guru dari Kecamatan Tongas sebanyak 30 orang. Tujuannya jelas yaitu untuk memperkuat sinergi antara guru dan nakes sebagai garda terdepan dalam membimbing remaja agar lebih bijak menggunakan smartphone.
Gambar 2. Pemaparan materi melalui buku infografis
Mengupas Smartphone Addiction dari Berbagai Sisi
Acara dibuka dengan sambutan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dan Puskesmas Tongas. Lalu dilanjutkan sesi materi yang menghadirkan para pakar,
Dr. Muthmainnah S.KM, M.Kes
Menyampaikan betapa seriusnya dampak smartphone addiction para remaja mulai dari penurunan konsentrasi belajar, berkurangnya kualitas tidur, hingga potensi gangguan kesehatan mental. Beliau menekankan bahwa pendampingan dari orang tua, guru, dan nakes sangat penting agar remaja tidak kehilangan arah.
Dr. Lutfi Agus Salim SKM, M,Si
Membahas peran pendampingan di masa remaja, yang merupakan fase kritis pencarian jati diri. Dengan gaya komunikatif, beliau berbagi pengalaman pribadi tentang pola pengasuhan (parenting), yang bisa diterapkan di rumah.
Pesan utamanya bimbingan orang tua dan guru dapat menjadi jangkar yang kuat agar remaja tidak mudah terdistraksi dan tetap fokus mengejar cita-cita.
Prof. Ira Nurmala SKM, M.P.H. Ph.D
Memperkenalkan buku yang disiapkan khusus untuk pengabdian masyarakat ini berjudul "Digital Yes, Addicted No". Prof. Ira menjelaskan mulai dari pemilihan desain sampul berwarna kuning yang eye-catching, hingga isi buku yang penuh panduan praktis.
Buku ini memuat topik-topik penting, ciri perkembangan remaja, generasi digital, pengertian adiksi , tanda-tanda smartphone addiction, dampaknya, cara bijak menggunakan smartphone, hingga konsep digital well-being.
Gambar3, Peserta pengmas mengajukan pertanyaan
Antusiasme Nakes dan Guru
Sesi edukasi di akhir acara berlangsung seru dan penuh ide. Para peserta memberikan masukan berharga untuk penyempurnaan buku "Digital Yes, Addicted No". Beberapa di antaranya :
1. Tambahan ruang ekspresi berupa lembar kosong di setiap bab agar siswa bisa menuliskan refleksi atau pengalaman mereka.
2. Penguatan aspek keluarga dengan bab khusus tentang kedekatan remaja dengan orang tua sebagai faktor protektif dalam mencegah smartphone addiction.
3. Tantangan literasi, yaitu bagaimana membuat remaja lebih tertarik membaca buku ini, misalnya lewat desain interaktif atau ilustrasi yang lebih dekat dengan dunia mereka.
Banyak peserta mengaku pendekatan edutainment yang digunakan membuat materi lebih mudah dicerna. Sehingga mereka menikmati sesi dengan santai sekaligus mendapatkan ilmu baru.
Guru dan nakes juga melihat manfaat ganda : bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bisa mereka tularkan kepada siswa maupun pasien.
Harapan ke Depan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bukan sekada acara sehari, tetapi sebuah langkah awal. Guru dan tenaga kesehatan yang hadir diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyebarkan pesan bijak digital kepada remaja. Sinergi keduanya akan memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan tidak terjebak dalam jerat smartphone addiction.
Teknologi memang tidak bisa dihindari, tapi bisa dikendalikan. Buku 'Digital Yes, Addicted No' menjadi salah satu panduan nyata agar remaja tetap melek digital tanpa kehilangan kendali.
Tahun berikutnya semoga tidak hanya di Puskesmas Tongas, tapi juga di semua remaja Kabupaten Probolinggo. Harapan dari Bu Restie dari Dinkes Kabupaten Probolinggo .
Kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Tongas ini menjadi langkah kecil namun penuh makna dalam menghadapi tantangan era digital. Kolaborasi guru, nakes, dan akademisi diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, serta bijak dalam menggunakan teknologi.
Karena pada akhirnya , masa depan generasi muda bukan ditentukan oleh layar yang mereka tatap, melainkan oleh mimpi mereka kejar di dunia nyata.



0 komentar:
Posting Komentar