728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 22 September 2025

    "Digital Yes, Addicted No"

     


    Pelatihan edutainment cegah smartphone addiction di wilayah kerja Puskesmas Tongas, kabupaten Probolinggo. 


                                      Gambar 1 : Foto bersama dengan peserta pengmas, pembuatan 

                                  konten edukasi 


    "An addiction to distraction is the end of your creative  production" - Robin Sharma.

    Kutipan ini terasa pas menggambarkan betapa besarnya dampak kecanduan  smartphone terhadap produktivitas seseorang , khususnya pada generasi muda yang  sedang berada di fase  emas pertumbuhan.

    Dengan semangat itulah,  tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan  Masyarakat Universitas Airlangga  menggelar Pelatihan Edutainment Cegah  Smartphone Addiction pada remaja di puskesmas Tongas,  Kabupaten Probolinggo pada Rabu, 17 September  2025 . 

    Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dan guru dari Kecamatan Tongas sebanyak 30 orang. Tujuannya jelas yaitu untuk memperkuat sinergi antara guru dan nakes sebagai garda terdepan  dalam  membimbing remaja agar lebih bijak  menggunakan smartphone.



                            Gambar 2. Pemaparan materi melalui buku infografis 


    Mengupas Smartphone Addiction dari Berbagai Sisi

    Acara dibuka  dengan sambutan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dan  Puskesmas Tongas. Lalu dilanjutkan sesi materi  yang menghadirkan para pakar,

    Dr. Muthmainnah S.KM, M.Kes 

    Menyampaikan betapa  seriusnya dampak  smartphone  addiction para remaja mulai  dari penurunan konsentrasi belajar, berkurangnya kualitas  tidur, hingga potensi  gangguan kesehatan mental.  Beliau menekankan  bahwa pendampingan  dari orang tua, guru, dan nakes sangat penting agar remaja  tidak kehilangan arah.

    Dr. Lutfi Agus Salim SKM, M,Si

    Membahas peran pendampingan di masa  remaja, yang merupakan fase kritis pencarian jati diri. Dengan gaya komunikatif, beliau berbagi pengalaman  pribadi  tentang pola pengasuhan (parenting), yang bisa diterapkan  di rumah.

    Pesan utamanya bimbingan orang tua dan guru dapat  menjadi jangkar yang kuat agar  remaja tidak mudah terdistraksi  dan tetap fokus mengejar  cita-cita.

    Prof. Ira Nurmala SKM, M.P.H. Ph.D

    Memperkenalkan buku yang disiapkan  khusus untuk pengabdian masyarakat  ini  berjudul "Digital Yes, Addicted No". Prof. Ira  menjelaskan mulai dari pemilihan desain  sampul berwarna kuning yang eye-catching, hingga isi buku yang penuh  panduan  praktis.

    Buku ini memuat topik-topik penting, ciri perkembangan remaja, generasi digital, pengertian adiksi , tanda-tanda smartphone addiction, dampaknya, cara bijak menggunakan smartphone, hingga konsep digital well-being.



                            Gambar3, Peserta pengmas mengajukan pertanyaan

    Antusiasme Nakes dan Guru 

    Sesi edukasi di akhir acara berlangsung  seru dan penuh ide. Para  peserta  memberikan masukan berharga untuk penyempurnaan buku "Digital Yes, Addicted  No". Beberapa di antaranya :

         1. Tambahan ruang ekspresi  berupa lembar kosong di setiap bab agar siswa           bisa menuliskan refleksi atau pengalaman mereka.

         2. Penguatan aspek keluarga dengan bab khusus  tentang kedekatan  remaja           dengan orang tua sebagai faktor protektif dalam mencegah smartphone               addiction.

         3. Tantangan literasi, yaitu bagaimana membuat remaja  lebih tertarik                     membaca  buku ini, misalnya lewat desain interaktif atau ilustrasi  yang               lebih dekat  dengan dunia mereka.

    Banyak peserta mengaku  pendekatan edutainment  yang digunakan membuat materi  lebih mudah dicerna. Sehingga mereka  menikmati sesi dengan santai sekaligus  mendapatkan ilmu baru. 

    Guru dan nakes juga melihat manfaat ganda :  bukan hanya  untuk diri sendiri, tapi juga bisa mereka  tularkan kepada siswa maupun pasien.

    Harapan ke Depan

    Kegiatan pengabdian masyarakat  ini bukan sekada acara  sehari, tetapi sebuah  langkah awal. Guru dan tenaga kesehatan  yang hadir diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyebarkan pesan bijak digital kepada remaja. Sinergi keduanya akan memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan tidak terjebak dalam jerat smartphone addiction. 

    Teknologi  memang tidak bisa dihindari, tapi bisa dikendalikan. Buku 'Digital Yes, Addicted No' menjadi salah satu  panduan nyata agar remaja tetap melek digital tanpa kehilangan  kendali.

    Tahun berikutnya semoga tidak hanya di Puskesmas  Tongas, tapi  juga di semua  remaja Kabupaten Probolinggo. Harapan dari Bu Restie dari Dinkes Kabupaten Probolinggo . 

    Kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Tongas ini menjadi langkah kecil  namun penuh makna dalam  menghadapi tantangan era digital. Kolaborasi guru, nakes, dan akademisi diharapkan  mampu melahirkan generasi  yang cerdas, kreatif, serta bijak dalam menggunakan teknologi. 

    Karena pada akhirnya , masa depan  generasi muda bukan ditentukan oleh layar  yang mereka tatap, melainkan  oleh  mimpi mereka kejar di dunia nyata. 











    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: "Digital Yes, Addicted No" Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas