SURABAYA (mediasurabayarek.com) - Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2020, para siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya, menyelenggarakan pembelajaran sejarah dari sejarawan-sejarawan cilik secara live virtual zoom mulai pukul 08.00 - 10,00 WIB.
Para siswa bisa bergabung di zoom pukul 08.00 -08.30 yang diikuti oleh kelas 1,2. 3 dan 6. Juga diikuti oleh kelas 4 dan kelas 5.
Yang menarik lagi, sebagian siswa-siswi juga mengikuti dan mendengarkan presentasi dari sejarawan-sejarawan cilik yang tersebar di empat (4) di lokasi yang berbeda.
Keempat lokasi itu di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa (KB), Tugu Pahlawan, Jembatan Merah Plaza (JMP), dan Hotel Yamato (kini: Hotel Majapahit) di Jl Tunjungan, Surabaya.
Acara-acara tersebut disiarkan secara live virtual zoom yang bisa disaksikan para siswa dan orang tua murid. Para siswa yang mengikuti pembelajaran peringatan Hari Pahlawan, menggunakan busana bernuansa pahlawan.
M. Nurun Nahar, Humas SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya, menyatakan, tujuan kegiatan pembelajaran sejarah ini untuk mengenalkan anak anak sejak dini tentang tempat tempat yang amat bersejarah.
Karena perjuangan nenak moyang kita yang luar biasa, bahkan sampai titik darah penghabisan untuk mempertahakan Kota Surabaya," ujarnya.
Pada pada pagi ni menempatkan acara di beberapa titik , yakni di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa (KB), Tugu Pahlawan, Jembatan Merah Plaza (JMP), dan Hotel Yamato (kini: Hotel Majapahit) di Jl Tunjungan, Surabaya.
"Semuanya adalah simbol dari kemenangan bangsa Indonesia, khususnya di Surabaya. Ini tentunya anak- anak menggali sejauh mana perjuangan nenek moyangnya ketika itu. Mereka penasaran dan sengaja membuat acara seperti ini," ucap M. Nurun Nahar.
Tak kalah pentingnya, para siswa kelas 1 sampai 6 mulai terpatri sejak sekarang untuk mencintai cinta NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dijamin 100 persen dan berkiprah di negeri ini dengan baik.
Pembelajaran ini merupakan salah satu pilihan di antara pembajaran selama pandemi Covid-19.
"Mungkin anak-anak di rumah bosan dan mulai hari ini keluar rumah. Kita live zoom untuk para wali murid dan disambungkan ke sekolah. Agar semua wali murid menikmati acara ini di rumah dan di mana saja," kata M. Nurun Nahar.
Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh 470 siswa dan diikuti wali murid yang mengantar dan mendampingi anaknya mengikuti live zoom.
"Dalam pembelajaran ini menekankan pada karakter keberanian dan patriotisme ditanamkan sejak dini," tutur M. Nurun Nahar.
Dalam pantauan media massa di lapangan, tampak sejumlah siswa yang mengikuti acara presentasi dari sejarawan-sejarawan cilik di depan Hotel Yamato, di antaranya Alika (siswi kelas 3), Sakaela (kelas 3), Radit (kelas 3), dan Aulisiah (kelas 2), mengikuti acara tersebut dengan penuh semangat yang disiarkan live virtual zoom.
Alika (kelas 3) mengatakan, dirinya merasa senang bercerita tenyang sejarah dan bisa tahu ada perobekan bendera merah, putih, biru di Hotel Yamato.
Hal senada disampaikan oleh Sakaela dan Radit, yang mengaku agak malu, namun bercampur senang mengikuti acara tersebut.
"Saya senang mengetahui ada perobekan bendera di Hotel Yamato ini. Perobekan bendera itu harus berani," katanya.
Begitu pula dengan pernyatan Radit yang berpakaian polisi, menegaskan, dia senang belajar sejarah pahlawan di Hotel Yamato. (ded)


0 komentar:
Posting Komentar