SURABAYA
(mediasurabayarek.net) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi membuka secara
resmi ISOPLUS Marathon 2026 di Lobbi lantai 2 Balai Kota Surabaya. Hal sni makin
mengukuhkan diri sebagai kota yang ramah bagi para pelari. Sekaligus memperkuat
reputasinya sebagai destinasi sport tourism berskala nasional dan
internasional.
Kegiatan ini menegaskan
komitmen penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mendukung penyelenggaraan
ISOPLUS Marthon 2026 yang memasuki edisi kedua, serta mendorong menjadi
penggerk ekonomi baru dan ikon kota.
Event ini memasuki edisi
kedua dan dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026 dengan kategori lengkap mulai
5 K, 10 K, half marathon (21 K) hingga full marathon (42 K), serta fun run
untuk keluarga dan anak – anak.
Konsep ini dirancang
inklusif, tidak hanya menyasar pelari professional, tetapi juga mendorong
budaya hidup sehat sejak dini di tengah masyarkat.
Wali Kota Eri menyatakan,
ajang ini diharapkan dapat digelar secara konsisten setiap tahun, sehingga
menjadi ikon olahraga Kota Surabaya, sekaligus memperkuat citra kota sebagai
destinasi lari berskala nasional dan internasional.
“Kami berharap ISOPLUS
Marathon bisa terus digelar setiap tahun di Surabaya. Sehingga menjadi ikon kota,”
ucap Wali Kota Eri.
Melihat dari penyelenggaraan
tahun sebelumnya, sekitar 9.000 pelari berpartisipasi dan berdampak signifikan
terhadap okupansi hotel serta menggerakkan sektor pariwisata.
Di tahun ini, target
ditingkatkan lagi menjadi lebih dari 10.000 peserta , termasuk pelari mancanegara.
Pemkot memastikan kesiapan
penuh, mulai dari kualitas rute, pengamanan, hingga rekayasa lalu – lintas agar
aktivitas warga tetap terjaga.
Kepada para peserta, Wali Kota Eri mengundang untuk datang dan merasakan pengalaman berlari yang nyaman melalui rute yang menampilkan keindahan kota Kawasan heritage, serta destinasi wisata unggulan di Kota Pahlawan.
Tak hanya soal ajang
lari, ISOPLUS Marathon 2026 juga didesain sebagai ekosistem ekonomi. Pemkot
akan mengintegrasikan event dengan paket wisata, seperti susur Kalimas , serta
membuka ruang bagi UMKM di berbagai titik strategis, termasuk area start dan
finish.
“Kami ingin pergerakan
ekonomi ini terasa sampai ke kampung – kampung. Jadi bukan hanya event, tetapi
ada dampat nyata bagimasyaraka,” cetusnya.
Di tengah menurunnya
dana transfer ke daerah, Pemkot Surabaya mendorong inovasi peningkatan Pendapatan
Asli Daerah (PAD) melalui event berskala besar yang mampu menggerakkan sektor
perhotelan, pariwista hingga UMKM.
Sementara itu, Direktur
PT Wings Surya, Rebecca Tanoyo, menyebut Surabaya memiliki modal kuat untuk
berkembang menjadi tuan rumah race besar di Indonesia.
Menurut Rebecca,
komunitas lari yang aktif dan antusias menjadi factor utama.
“Para pelari merasa aman
dan nyaman, bahkan yang datang dari luar kota pun merasakan atmosfer yang
sangat positif. Ini menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki oleh kota lain,”
tuturnya.
Mereka menilai pengalaman
berlari melintasi Kawasan heritage dan pusat kota dalam kondisi steril menjadi daya Tarik utama yang sulit
ditandingi. (ded)


0 komentar:
Posting Komentar